nala
  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 


Alat Optik: Definisi, Macam-macam dan Fungsinya

MetroTV • 24 November 2022 11:21
Dalam mata pelajaran fisika, terdapat materi pembelajaran mengenai alat optik yang berkaitan dengan pemantulan, pembiasan, lensa dan cermin.
 
Iwan Permana Suwarna (2010) mengatakan alat optik adalah alat yang langkah percobaannya memanfaatkan prinsip pemantulan dan pembiasan cahaya. Alat optik yang sering digunakan adalah kacamata, kaca pembesar (lup), mikroskop, kamera, dan periskop.
 
Sementara dalam buku Rumus Pocket Fisika SMP, Erica Rosella, S.Si mengatakan pengertian alat optik adalah alat bantu yang digunakan untuk mengamati benda yang sukar diamati oleh mata.
Advertisement

Dapat diartikan juga, alat optik merupakan alat-alat yang menggunakan lensa dan/atau cermin untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya yaitu dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan, cahaya tersebut digunakan untuk melihat.
 
Alat optik terdiri dari dua macam yaitu alat optik alami dan alat optik buatan. Alat optik alami adalah mata, sedangkan alat optik buatan adalah alat-alat optik yang dibuat oleh manusia seperti kaca mata, kamera, lup/kaca pembesar, mikroskop, periskop, teropong, dan proyektor. Untuk lebih jelasnya berikut macam-macam alat optik dan fungsinya, dikutip dari Emodul Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
  
Baca: Sifat-sifat Cahaya Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya
 

Macam-macam Alat Optik Dan Fungsinya

1. Mata

Mata merupakan alat optik alami yang digunakan untuk melihat yang dimiliki oleh manusia dan hewan. Mata berfungsi dengan cara menerima, memfokuskan, dan mentransmisikan cahaya melalui lensa mata yang menghasilkan bayangan objek yang kemudian ditangkap oleh retina mata. Bayangan objek yang ditangkap retina tersebut kemudian dikirimkan ke otak melalui saraf optik untuk kemudian diolah menjadi gambar yang mampu kita lihat secara nyata.

2. Kacamata

Kacamata merupakan alat optik yang digunakan untuk membantu melihat pada orang yang memiliki cacat mata, baik itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun mata silindris. Kacamata terdiri dari lensa (tergantung jenis cacat matanya), dan frame atau kerangka yang menyangga lensa.
 
Kacamata berfungsi dengan cara mengatur bayangan agar jatuh tepat di retina, dengan cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun jauh dan mendekatkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun dekat.

3. Kamera

Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Ada dua jenis kamera yang umum dikenal, yaitu kamera digital dan kamera analog. Cara kerja kamera hampir sama dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian ditangkap oleh retina yang merupakan film pada kamera.

4. Lup

Lup atau kaca pembesar hanya terdiri dari satu lensa positif dan berfungsi untuk memperbesar ukuran bayangan yang terbentuk di retina. Lup sebenarnya merupakan lensa cembung yang diletakkan antara mata dengan benda yang akan diamati. Lup banyak digunakan oleh tukang arloji untuk melihat komponen-komponen arloji yang berukuran kecil.

5. Mikroskop

Mikroskop merupakan alat optik untuk melihat benda-benda kecil dengan perbesaran yang lebih besar dari perbesaran lup (dapat mencapai lebih dari 100 kali lipat dari besar benda). Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Zacharias Janssen dari Belanda pada tahun 1590.
 
Mikroskop terdiri dari 2 lensa, lensa pertama dinamakan lensa objektif yang diletakkan dekat dengan benda yang akan diamati, sedangkan lensa kedua yang diletakkan dekat dengan mata pengamat dinamakan lensa okuler yang bertindak sebagai lup.

6. Periskop

Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu. Bentuknya sederhana, yaitu berupa tabung yang dilengkapi dengan cermin atau prisma pada ujung-ujungnya. Prisma ini akan memantulkan cahaya yang datar sejajar padanya, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu tabung.
 
Periskop digunakan pada tank dan kapal selam. Para navigator kapal di kapal selam memanfaatkan periskop untuk mengamati gerak-gerik yang terjadi di permukaan laut. Ketika melihat ujung bawah, cahaya sejajar masuk lewat ujung atas mengenai cermin, oleh cermin akan dipantulkan membentuk sudut 45 derajat ke cermin bawah yang juga membentuk 45 derajat. Sinar-sinar pantul sejajar tadi akan dipantulkan kembali ke mata kita yang melihat dari ujung bawah sehingga Anda dapat melihat benda-benda yang berada di ujung atas.

7. Teropong

Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong berfungsi mendekatkan benda ke mata, terdapat dua jenis teropong, yaitu:
 
1. Teropong bias yang terdiri dari beberapa lensa untuk membiaskan sinar yang datang dari benda. Beberapa contoh teropong bias diantaranya yaitu teropong bintang dan teropong bumi.
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda langit, seperti bintang, planet dan asteroid. Teropong bintang menggunakan dua lensa cembung satu sebagai lensa objektif dan yang lainnya sebagai lensa okuler.
 
Sementara, teropong bumi digunakan untuk melihat benda-benda di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung yang masing-masing berperan sebagai lensa objektif, lensa pembalik, lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi membalik bayangan dari lensa objektif agar teramati seperti keadaan aslinya oleh lensa okuler.
 
2. Teropong pantul yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa sebagai pemantul dan pembias sinar datang.

8. Proyektor

Proyektor adalah sebuah perangkat optik yang memproyeksikan gambar atau gambar bergerak pada sebuah permukaan datar, biasanya sebuah layar putih atau dinding putih. Kebanyakan proyektor membuat gambar dengan cara menyinari objek melalui lensa transparan kecil, namun proyektor sekarang dapat memproyeksikan gambar secara langsung, dengan menggunakan laser. Ada beberapa jenis proyektor, diantaranya yaitu: Proyektor Diaskop (Diaskop Projector) dan Overhead Projector (OHP).
 
Proyektor Diaskop (Diaskop Projector) adalah alat untuk memproyeksikan gambar diapositif sehingga terbentuk bayangan nyata pada layar. Alat ini terdiri dari sebuah cermin cekung sebagai reflektor (pemantul) dan dua buah lensa cembung masing-masing sebagai kondensor (membuat sinar sejajar) dan sebagai proyektor (memperbesar gambar bayangan).
 
Sementara, Overhead Projector (OHP) adalah alat untuk memproyeksikan benda tembus cahaya. Cara kerja OHP seperti diaskop. Alat ini sering dipakai karena memiliki beberapa kelebihan, yaitu dapat dipakai dalam ruangan terang dan benda yang diproyeksikan adalah gambar atau tulisan tangan dengan spidol pada kertas plastik atau kertas transparan.

sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNnO2Bjb-alat-optik-definisi-macam-macam-dan-fungsinya


sumber yt: https://youtu.be/m-jTMLCkJOU?si=dgQVSzQrDS4-E3Dt

 



sumber yt:https://youtu.be/2BRfXlU8smY?si=v-H4Y1KGdwwp0CZI


pemanfaatan=

5 Pemanfaatan Cahaya Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari

zoom-in-whitePerbesar
Pemanfaatan Cahaya Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari Manusia, Foto: Pixabay
Dikutip dari buku Praktis Belajar Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Handoko Rusiana Iskandar, (2020:8), berikut 5 pemanfaatan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari:
  • Menghasilkan Energi Listrik yang Ramah Lingkungan
Penggunaan listrik tenaga surya sangat ramah lingkungan. Energi matahari tidak menghasilkan gas rumah kaca maupun mencemari air.
Tidak dibutuhkan banyak air untuk pemeliharaan energi matahari, berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang membutuhkan 20 kali air lebih banyak.
  • Membantu Tumbuhan Berfotosintesis
Energi matahari juga bermanfaat untuk membantu proses fotosintesis tumbuhan, yang akan menghasilkan oksigen. Oksigen yang dihasilkan itu akan dihirup oleh manusia dan hewan. Jadi, matahari secara tak langsung merupakan sumber kehidupan makhluk hidup.
  • Melindungi Temperatur Udara
Energi matahari berfungsi untuk menjaga temperatur udara. Tanpa adanya energi matahari, maka makhluk hidup tidak akan memperoleh kehangatan.
Sebagai contoh, tanpa stabilisasi temperatur, maka tumbuhan akan lebih cepat lemas dan akhirnya layu. Hal ini karena pada suhu yang terlalu rendah, proses penguapan akan jadi semakin lama dan tidak baik bagi keberlangsungan hidup tumbuhan tersebut.
  • Mengeringkan Tanah
Proses pengeringan tanah juga membutuhkan cahaya matahari. Ada beberapa biji bunga yang bisa lebih subur ketika tumbuh di tanah kering, seperti bunga matahari. Setelah kering, maka biji bunga yang terjatuh di tanah ini dapat tumbuh subur.
  • Menjadi Sumber Nutrisi
Tumbuhan yang diberikan penerangan cahaya buatan tidak bisa tumbuh maksimal. Nah, cahaya matahari merupakan sumber nutrisi yang tepat untuk menumbuhkan tumbuhan dengan maksimal.



 

Cahaya

  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk sinetron dengan judul yang sama, lihat Cahaya (sinetron).
Gelombang elektromagnetik dapat digambarkan sebagai dua buah gelombang yang merambat secara transversal pada dua buah bidang tegak lurus yaitu medan magnetik dan medan listrik. Merambatnya gelombang magnet akan mendorong gelombang listrik, dan sebaliknya, saat merambat, gelombang listrik akan mendorong gelombang magnet. Diagram di atas menunjukkan adanya gelombang cahaya yang merambat dari kiri ke kanan dengan medan listrik pada bidang vertikal dan medan magnet pada bidang horizontal.
Gelombang elektromagnetik yang membentuk radiasi elektromagnetik.

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasatmata maupun yang tidak.[2][3] Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indra penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.

Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).

Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesis bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E.

Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori dualitas partikel-gelombang.

Albert Einstein kemudian pada tahun 1926 membuat postulat berdasarkan efek fotolistrik, bahwa cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya Albert Einstein dan Max Planck mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar teori mekanika kuantum yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk Werner Heisenberg, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Max Born, John von Neumann, Paul Dirac, Wolfgang Pauli, David Hilbert, Roy J. Glauber dan lain-lain.

Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.

Sumber Cahaya[sunting | sunting sumber]

Energi cahaya yang bersumber dari pengubahan berbagai bentuk energi cahaya. Listrik dan panas dari proses pembakaran merupakan sumber cahaya yang paling umum.

benda yang dipanaskan akan menghasilkan cahaya, misalnya pada suhu 650 derajat celcius, yang dipanaskan kemudian akan melepaskan cahaya berwarna merah buram. begitu pula saat suhu dinaikkan, maka cahaya akan bertambah lebih terang dari merah menjadi warna jingga, lalu menjadi warna kuning. ada banyak jenis lampu yang juga menghasilkan cahaya dengan berbagai cara, salah satunya dgn memanaskan objek di dalamnya, hingga berpijar sempurna.[4]

Teori[sunting | sunting sumber]

Dalam sejarah[sunting | sunting sumber]

Yunani Klasik[sunting | sunting sumber]

Orang Yunani Kuno percaya bahwa segala sesuatu terdiri dari empat elemen berupa api, udara, tanah dan air. Pada abad kelima SM, Empedocles menyatakan bahwa Dewi Aphrodite menciptakan mata manusia dari keempat elemen tersebut. Dia juga menyalakan api di mata sehingga sinar keluar dari mata dan memungkinkan manusia untuk melihat. Empedocles menambahkan bahwa terdapat interaksi antara sinar dari mata dan sinar dari sumber seperti matahari sehingga manusia tidak dapat melihat pada malam hari.[5]

Sekitar 300 SM, Euclid menulis Optica yang membahas sifat-sifat cahaya. Euclid menyatakan bahwa cahaya bergerak dalam garis lurus dan dia memplelajari hukum refleksi secara matematis. Dia mempertanyakan anggapan bahwa penglihatan adalah hasil pancaran cahaya dari mata. Jika seseorang menutup matanya pada malam hari lalu membukanya, dia jakan segera melihat bintang yang jauh. Hal ini hanya mungkin jika pancaran sinar dari mata bergerak sangat cepat.[6]

Pada tahun 55 SM, seorang Romawi bernama Lucretius meneruskan gagasan atomis Yunani. Dia menulis bahwa cahaya dan panas matahari terdiri dari atom-atom kecil yang ketika terdorong segera berpindah ke seberang ruang antar udara dalam arah yang diberikan oleh dorongan. Meskipun serupa dengan teori partikel, pandangan Lucretius tidak diterima secara umum.[5] Ptolemy (c. Abad ke-2) menulis tentang sifat-sifat cahaya dalam bukunya Optics.[7]


sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya

 


sumber yt: https://youtu.be/wglGwxYFPpM?si=fCv-TUVz-JvcDQZc


pemanfaatan=

Pemanfaatan Macam Gelombang dalam Kehidupan Sehari-hari

Pemanfaatan macam gelombang bisa digunakan untuk berbagai bidang kebutuhan. Sehingga dapat dikatakan macam gelombang mempunyai peranan penting untuk perkembangan teknologi yang semakin canggih. Hal ini dilakukan untuk mempermudah berbagai macam pekerjaan manusia.

Berikut manfaat macam gelombang:

1. Gelombang bunyi yang digunakan dalam beberapa peralatan kesehatan. Seperti gelombang ultrasonik yang digunakan pada peralatan USG untuk memeriksa kondisi organ atau penyakit tertentu.

2. Gelombang micro yang digunakan pada peralatan memasak, seperti microwave yang digunakan untuk menghangatkan atau memanggang makanan.

3. Gelombang radio dan televisi yang digunakan untuk alat atau media komunikasi.

 

 

Gelombang

  • Halaman
  • Pembicaraan
  • Baca
  • Sunting
  • Sunting sumber
  • Lihat riwayat
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gelombang air laut saat mendekati pantai akan berubah panjang gelombangnya

Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasi, yang bisa berjalan lewat ruang hampa udara, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya pegas) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara massal.[1][2] Secara umum, gelombang terbagi menjadi kelompok gelombang berdasarkan arah rambat dan kelompok gelombang berdasarkan medium rambat. Berdasarkan arah rambatnya, gelombang dapat dikelompokkan menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal. Sedangkan berdasarkan medium perambatannya, gelombang dikelompokkan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.[3]

Suatu medium disebut:

  1. linear jika gelombang yang berbeda di semua titik tertentu di medium bisa dijumlahkan.
  2. terbatas jika terbatas, selain itu disebut "tak terbatas".
  3. seragam jika ciri fisiknya tidak berubah pada titik yang berbeda.
  4. isotropik jika ciri fisiknya "sama" pada arah yang berbeda.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Gelombang longitudinal[sunting | sunting sumber]

Gelombang longitudinal merupakan gelombang yang memiliki arah getaran yang sama dengan arah rambatan. Gelombang longitudinal dapat diamati pada getaran pegas.[4]

Gelombang transversal[sunting | sunting sumber]

Gelombang transversal merupakan gelombang dengan arah getaran yang tegak lurus dengan arah rambat.[5]

Besaran[sunting | sunting sumber]

Simpangan[sunting | sunting sumber]

Simpangan merupakan jarak perpindahan titik pada medium. Pengukuran jarak dimulai dari posisi keseimbangan. Simpangan suatu titik pada medium selalu berubah-ubah dari nilai minimum hingga nilai maksimum selama gelombang merambat. Nilai maksimum dan minimum dicapai secara periodik.[6]

Amplitudo[sunting | sunting sumber]

Amplitudo merupakan titik simpangan maksimum titik yang dilewati gelombang dalam medium. Nilai tetap dari simpangan merupakan nilai amplitudo. Nilai simpangan maksimum dapat positif maupun negatif.[7]

Fitur umum[sunting | sunting sumber]

Sulit untuk membuat suatu definisi tentang semua yang mencakup aspek dari kata gelombang. Sebuah getaran dapat didefinisikan sebagai sebuah gerakan "bolak balik". Namun, sebuah getaran belum tentu sebuah gelombang. Sebuah usaha untuk menetapkan keperluan dan karakteristik yang mencukupi yang memenuhi kriteria sebagai sebuah fenomena yang dapat disebut sebagai sebuah Gelombang yang menghasilkan garis perbatasan kabur.

Kata gelombang kadang dipahami secara intuitif sebagai suatu yang mengacu kepada transportasi spasial gangguan yang secara umum tidak disertai oleh sebuah gerakan dari medium yang menempati suatu ruangan secara keseluruhan. Pada gelombang, energi dari sebuah getaran berpindah jauh dari sumbernya dalam bentuk sebuah gangguan di sekitar mediumnya (Hall 1980, hlm. 8). Namun, gerakan ini bermasalah untuk sebuah gelombang transversal (misalnya, gelombang pada tali), di mana energi bergerak di kedua arah yang sama, atau untuk gelombang elektromagnetik / cahaya dalam hampa udara, di mana konsep medium tidak berlaku dan interaksi dengan suatu target adalah kunci utama untuk pendeteksian dan penerapan praktis sebuah gelombang. Antara lain gelombang air pada permukaan air laut; gelombang cahaya dihasilkan oleh Matahari; microwave digunakan di oven microwave; penyiaran gelombang radio oleh stasiun radio; dan gelombang suara dihasilkan oleh penerima gelombang radio, ponsel dan makhluk hidup (sebagai suara), untuk menyebutkan hanya sedikit fenomena gelombang.

Mungkin itu terlihat bahwa deskripsi dari gelombang berhubungan dekat ke asal fisiknya untuk setiap contoh spesifik dari proses terbentuknya gelombang. Contohnya, akustik dibedakan dari optik dalam gelombang suara terkait ke mekanik daripada ke perpindahan gelombang elektromagnetik disebabkan oleh getaran. Konsep-konsep seperti massa, momentum, inertia, atau elastisitas, oleh karena itu penting dalam menggambarkan akustik (sebagai yang berbeda dari optik) untuk proses terbentuknya gelombang. Perbedaan dalam pengenalan awal karakteristik gelombang tertentu terhadap sifat dari medium yang terlibat. Contohnya, dalam kasus udara: vortex, tekanan radiasi, gelombang kejut dan lain lain; dalam kasus benda padat: gelombang Rayleigh, dispersi; dan sebagainya.

Sifat-sifat yang lain, tetapi, meskipun biasanya digambarkan dalam hal asal, mungkin disamaratakan untuk semua gelombang. Untuk beberapa alasan, teori gelombang mewakili cabang fisika tertentu yang prihatin dengan sifat dari proses terbentuknya gelombang secara bebas dari asal fisik mereka.[8] Contohnya, berdasarkan asalnya secara mekanik dari gelombang akustik, gangguan yang berpindah dalam ruang waktu bisa ada jika hanya medium yang terlibat bukan kaku tak terbatas maupun lentur yang tak terbatas.


sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang

Postingan Lama Beranda

kelas 8b

  • raka
  • dita
  • alferro
  • dinta
  • anin
  • fafaa
  • dayan
  • dhini
  • hanjung
  • hanum
  • aini
  • kyesa
  • darrel
  • ferdi
  • abriel
  • raisya
  • natiza
  • nazifa
  • nida
  • elta
  • oka
  • rachel
  • uziel
  • inon
  • rengga
  • elsa
  • stevi
  • wildan
  • amel

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

POPULAR POSTS

  • Poster Senyawa Air
  • Senyawa
  • MANFAAT LITOSFER
  • Campuran
  • MENJAGA SISTEM PEREDARAN DARAH
  • GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
  • ALAT OPTIK
  • UPAYA MENANGANI GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN
  • PENGERTIAN MIKROSKOP
  • gunung berapi

Categories

  • IPA BAB 1
  • IPA BAB 2
  • IPA BAB 4
  • IPA BAB 5
  • IPA BAB 6
  • LATIHAN
  • POSTER

Advertisement

Follow us on Facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • Mei 2024 (1)
  • April 2024 (1)
  • Januari 2024 (16)
  • Agustus 2023 (7)
  • Juli 2023 (4)

Laporkan Penyalahgunaan

  • Beranda

Mengenai Saya

hnkz
Lihat profil lengkapku

About Me


I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out. Great things in business are never done by one person. They’re done by a team of people.

Popular Posts

  • Poster Senyawa Air
  • Senyawa
  • MANFAAT LITOSFER

Advertisement

Copyright © nala. Designed & Developed by OddThemes